"Ketika sudah pedagang di pasar yang kena, bisa dibayangkan jumlah orang yang terinfeksi bisa bertambah dengan sangat cepat," ucapnya.
Setelah ditemukan penyebabnya dan menginfeksi lebih dari 20 orang, Desa Bondalem akhirnya diputuskan untuk dikarantina. Dia mencatat, Gubernur Wayan Koster sampai menaruh perhatian khusus terhadap kasus transmisi lokal yang terjadi di Desa Bondalem ini.
Menurutnya, apa yang terjadi di Desa Bondalem bisa menjadi pelajaran agar tak terulang di wilayah lainnya.
Suarjaya juga mencatat peningkatan kasus transmisi lokal di Bali karena ada sebagian masyarakat yang memiliki sifat meboya. Meboya diartikan sebagai sikap tidak percaya dengan anjuran pemerintah untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Banyak juga yang meboya sehingga ramai-ramai minum arak dan menyebabkan tingginya kasus transmisi lokal. Seperti yang terjadi dari akhir April, kasus transmisi lokal terus meningkat," katanya.
Suarjaya menuturkan, kasus transmisi lokal di Bali saat ini paling banyak ditemukan di Kabupaten Bangli. Wilayah berikutnya yang juga tinggi kasus transmisi lokal yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Buleleng, dan Kabupaten Karangasem.
"Yang jelas di sembilan kabupaten kota di Bali semuanya sudah ada kasus positif Covid-19," tuturnya.