Menurutnya, dengan asumsi tiap wisatawan China mengeluarkan biaya Rp5 juta per-hari, maka jika ada 20.000 wisatawan China yang batal datang, maka kerugian yang bisa dialami pelaku pariwisata di Bali mencapai miliaran rupiah.
“Anggap rata-rata Rp5 juta dikali dua puluh ribu orang itu, potensial loss-nya sebulan ini Rp10 miliar,” kata Astawa.
Astawa mengatakan, pihaknya tentu tak ingin hal ini terus terjadi. Meskipun ada puluhan ribu wisatawan yang batal datang ke Bali karena virus korona, wisatawan mancanegara lainnya masih terbilang normal.
“Harapan kita nggak ada loss, tapi kondisinya begini. Semoga cepat berlalu,” ujarnya.