Untuk mengetahui lokasi tempat tinggal mereka, pihaknya juga telah meminta data dari para santri yang kemudian akan diinfokan ke masing-masing Satgas Covid-19 di kelurahan untuk melakukan pengawasan.
Gelombang kepulangan ratusan santri asal Bali itu dimulai sejak Minggu (29/3/2020). Mereka tiba di kawasan Kuta, Badung, usai pondok pesantren tempat mereka menuntut ilmu yang terletak di kawasan Probolinggo, Jawa Timur diliburkan.
"Mereka ini pondok pesantrennya diliburkan hingga waktu yang belum ditentukan sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona dan pulang ke Bali karena orang tua mereka berasal dari Pulau Dewata," ujar Komandan Satgas NU Peduli Covid-19 Bali, Ekky Reza.
Dia menuturkan, sebelum para santri itu berangkat ke Bali, mereka sudah menjalani pemeriksaan kesehatan. Setibanya di Pelabuhan Gilimanuk, petugas juga kembali melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada para santri.
Saat tiba di Bali, santri beserta barang bawaannya disemprot disinfektan sebagai langkah preventif pencegahan penyebaran virus corona.
"Selama di rumah mereka juga diimbau untuk melakukan pola hidup bersih dan juga melakukan isolasi mandiri selama 14 hari," katanya.
Gubernur Wayan Koster telah menaikkan status Siaga Darurat penanggulangan Covid-19 di Bali menjadi Tanggap Darurat hingga 29 Mei. Dengan status tersebut, pengawasan terhadap orang yang datang ke Bali diperketat.