"Aku mengelola perusahaan, jadi aku tidak bisa meminta orang-orangku untuk terus bekerja sementara aku bersembunyi di sini," katanya.
Ada sekira satu juta wisatawan China mengunjungi Bali setiap tahun, mereka merupakan wisatawan asing terbesar kedua setelah Australia. Turis China juga menyuntikkan ratusan juta dolar AS ke dalam ekonomi lokal.
Ribuan orang pergi ke sana dari China untuk liburan Tahun Baru Imlek bulan lalu, tepat ketika wabah virus mulai turun. Provinsi Hubei, tempat infeksi pertama kali terdeteksi dikunci, membuat mereka tidak bisa kembali ke sana.
Beijing menerbangkan kelompok-kelompok wisatawan mancanegara dari seluruh Asia bulan lalu. Karena adanya kekhawatiran penularan itu mendorong beberapa negara menghalangi masuknya para pendatang yang telah berkunjung ke China.
Hanya beberapa lusin pelancong Tiongkok di Bali yang berani untuk pulang.
"Saya tidak terkejut jika mereka tidak mau kembali," kata Kepala Dinas Pariwisata Bali Putu Astawa kepada AFP.
Wang Zilong dari Beijing mengatakan dia menunda kepulangannya karena dia yakin pemerintahnya telah menyembunyikan jumlah sebenarnya dari infeksi tersebut.
"Saya lebih suka tinggal di Bali dan mengawasi situasi," ujarnya kepada AFP di luar kantor imigrasi.