Aan mengatakan, dia dan seluruh penumpang berharap otoritas pelabuhan kembali membuka akses penyeberangan sehingga rombongan bisa melanjutkan perjalanan ke berbagai tujuan di Pulau Jawa.
"Harapan kami diberi kelonggaran supaya bisa pulang," kata Aan.
Dia menambahkan, para penumpang yang seluruhnya buruh proyek bangunan ini tidak punya pilihan untuk bertahan di Bali. Sejak proyek dihentikan, mereka tidak punya kejelasan penghasilan sehingga memilih untuk pulang kampung saja.
Pantauan iNews.id, suasana di pintu masuk Pelabuhan Gilimanuk terlihat lengang. Sejumlah petugas kepolisian berjaga di pintu masuk pelabuhan untuk melarang warga yang hendak mudik.
Penutupan Pelabuhan Gilimanuk mulai berlaku pada Jumat 1 Mei.