Sulap Ampas Tahu, Pelajar SMPN 1 Denpasar Sabet Emas di Thailand Inventors Day

Indira Arri
Sulap Ampas Tahu, Pelajar SMPN 1 Denpasar Sabet Emas di Thailand Inventors Day 2023 (Foto: iNews/Indira Arri)

Dipilihnya ampas tahu sebagai biofoam karena selama ini kerap dibuang warga ke aliran sungai. Tak jarang ampas tahu yang berhari-hari dibuang tersebut akan mengeluarkan aroma yang tidak sedap. Hal itu juga sama dengan kulit kakao yang tidak terpakai dan hanya menjadi sampah.

Dibutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk menemukan komposisi yang pas untuk mengolah ampas tahu dan kulit kakao menjadi biofoam. Produk yang dihasilkan berupa piring dengan tekstur yang kuat dan padat. Untuk menghasilkan satu piringan biofoam dibutuhkan 50 gram ampas tahu dan 30 gram kulit kakao.

"Kita mencari alternatif dengan biofoam. Kita ambil dari ampas tahu dan kulit kakao. Di lingkungan kita juga memang ada pabrik tahu dan perkebunan kakao," ucapnya.

Biofoam berbahan ampas tahu dan kulit kakao ini dapat difungsikan sebagai piringan tempat makanan ringan. Ke depan anak-anak berprestasi ini berencana akan mengembangkan produk biofoam tersebut menjadi mangkok, gelas hingga sendok.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa M5,1 Guncang Jember, Getaran Terasa di Malang hingga Denpasar

57 tahun lalu

Berenang di Sungai Cisanggarrung Cirebon, 2 Pelajar SMP Tenggelam Belum Ditemukan

57 tahun lalu

Kotak Misterius Hebohkan Warga Tulungagung, Setelah Dicek Polisi Isinya Mengejutkan

57 tahun lalu

Kecelakaan Motor Bonceng 3 di Pasuruan, 1 Orang Tewas Terlindas Truk usai Gagal Menyalip

57 tahun lalu

Perkelahian Maut di SMPN 2 Sumberlawang Sragen, 1 Siswa Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal