Suku ini merupakan campuran ras Melanesia, ras Melayu, ras Austronesia, dan berbagai ras lainnya. Kepercayaan masyarakat Suku Samba adalah setengah leluhur dan setengah dewa yang dikenal dengan Marpu.
Suku ini berdomisili di Pulau Sumbawa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat. Suku Dompu merupakan suku terbesar di empat kecamatan yaitu Huu, Kempo, Kilo, dan Dompu.
Suku Dompu biasanya berkomunikasi menggunakan bahasa Mbojo atau dikenal dengan bahasa Bima Nggahi Mbojo. Namun ada sebagian masyarakat yang menggunakan bahasa Bali, Sasak dan Melayu. Sebagian besar masyarakat Suku Alor memeluk agama Islam, Kristen, Katolik, dan ada beberapa yang masih menganut kepercayaan kuno.
Sebanyak 98 persen masyarakat Suku Dompu beragama Islam. Bagi masyarakat suku ini, ulama dipandang sebagai orang yang sangat baik karena berpendidikan tinggi dan berkehidupan layak.
Terdapat tradisi Suku Dompu yang masih dilestarikan yaitu upacara Peta Kapanca. Tradisi ini adalah bagian dari tradisi pernikahan yang dilaksanakan sebelum akad nikah, di rumah calon mempelai wanita.
Tradisi ini adalah melumatkan daun pacar atau inai yang berwarna merah di kuku calon pengantin. Secara bergantian, para perempuan yang hadir akan melumatkan daun pacar. Maksud dan tujuannya adalah pengharapan dari seorang ibu agar putrinya mengikuti jejaknya.
Itu dia tujuh suku-suku di Bali dan Nusa Tenggara. Meski beragam, suku-suku yang ada di Bali dan Nusa Tenggara hidup berdampingan dan menjalankan tradisi bersama.