“Kita tetap waspada,” ucap I Nyoman.
Sehari setelah status Gunung Agung turun ke level siaga, intensitas gempa vulkanik memang masih relatif cukup rendah, hanya berkisar 100-200 per hari. Selain itu Gunung Agung juga masih tampak mengeluarkan asap solfatara bertekanan rendah dengan ketinggian 50-100 meter dari puncak.
Warga diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaannya di tengah belum stabilnya aktivitas magma dalam perut gunung.