Menurut Dewa Rai, kasus ini termasuk transmisi lokal karena yang bersangkutan tidak memiliki riwayat bepergian ke negara atau daerah terjangkit Covid-19. Dia mengaku masih menelusuri dugaan staf lab ini terpapar Covid-19.
Dari petugas dan rekan kerjanya di RSUP Sanglah sudah dites swab hasilnya negatif. “Kita belum tahu di mana terpapar virus corona. Bisa saja yang bersangkutan bertemu dengan orang di luar, ke ATM, ke pasar,” kata Dewa Rai.
Dia menjelaskan penularan Covid-19 ini bisa terjadi di mana saja, sehingga inilah alasan Kota Denpasar memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).
Saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar ada 71 kasus. Sebanyak 53 orang berhasil sembuh, 16 orang masih dirawat, dan yang meninggal ada dua orang
Sementara itu, dikonfirmasi terpisah Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Sanglah Denpasar, Arya Warsaba Sthiraprana Duarsa membenarkan hal ini. “Iya benar, ada staf di lab kita yang terpapar Covid-19,” kata Arya Duarsa.
Dia juga memastikan bahwa yang bersangkutan tidak tertular di lingkungan kerja, karena seluruh staf dan rekannya yang dites swab menunjukkan hasil negatif. “Kemungkinan tertularnya di lingkungan rumah atau luar rumah sakit, karena ada satu anggota keluarganya yang dites swab hasilnya positif,” katanya.