Sosok Sarah Gilbert, Penemu Vaksin AstraZeneca yang Tak Berharap Keuntungan dari Hak Paten

Ahmad Islamy Jamil
Sarah Gilbert, ilmuwan Universitas Oxford, Inggris penemu vaksin AstraZeneca. (Foto: Reuters)

LONDON, iNews.id – Ilmuwan Inggris Sarah Gilbert menjadi sorotan. Penemu vaksin AstraZeneca ini tak mengambil hak paten demi harga murah vaksin yang kini telah banyak digunakan oleh negara-negara di dunia untuk melawan pandemi Covid-19.

Vaksin AstraZeneca diprakarsai oleh Gilbert bersama timnya di Universitas Oxford, Inggris.

Glibert yang berusia 59 tahun adalah ilmuwan penyandang gelar profesor di Universitas Oxford. Dia ahli vaksin yang mengkhususkan diri dalam pengembangan vaksin melawan influenza dan patogen virus yang sedang berkembang.

Dalam profilnya di laman resmi Departemen Kesehatan Nuffield di Universtas Oxford, pemilik nama lengkap Sarah Catherine Gilbert itu juga tercatat sebagai salah satu pendiri Vaccitech.

Vaccitech adalah perusahaan startup yang mengembangkan vaksin baru menggunakan vektor virus nonreplikasi Chimpanzee Adenovirus Oxford (ChAdOx) dan Modified Vaccinia Ankara (MVA).

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Viral Gadis Desa di Labusel Menikah dengan Pria Inggris, Kenal via Medsos

57 tahun lalu

Sakit, 2 Terpidana Mati dan Seumur Hidup Akan Dipulangkan ke Inggris

57 tahun lalu

Sound Horeg Malang Mendunia: Anak Muda Inggris Joget Asyik di Pesta Ulang Tahun!

57 tahun lalu

Korupsi Dana Bantuan Covid-19 di Karawang Rp1,99 Miliar, 7 Orang Jadi Tersangka

57 tahun lalu

Penampakan Bule Inggris Pengendara Ugal-ugalan Aniaya Warga Bali, Badan Kekar Penuh Tato

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal