Fasilitas wifi sudah tersedia sejak sebelum masa pandemi Covid-19. Namun karena selama Covid-19 proses pemesanan makanan juga online, maka fasilitas wifi yang terpasang dan ruangan makan pun dialihkan dan dimanfaatkan untuk akses belajar anak-anak.
"Untuk pengeluaran wifi dari dulu sudah ada, setiap bulan bayar Rp1 juta dan karena ada COVID-19, jadi enggak ada yang manfaatin. Setelah ada normal baru dan ajaran baru kita manfaatkan dan berikan ke anak-anak," katanya.
Awalnya, anak-anak yang datang langsung ke warung makan ini jarang. Biasanya, dari pihak warung yang mengajak sekaligus menjemput anak-anak yang membutuhkan internet untuk tugas sekolah.
Dari penyediaan ini, dia berharap para orang tua bisa kerja kembali dan ada keringanan bagi mereka di saat kondisi ekonomi belum maksimal.