Astawa yakin, para pelaku pariwisata di Bali sudah siap dengan konsep ini. Hanya tinggal memikirkan pengemasannya.
“Sekarang itu mengemasnya menjadi satu paket yang bisa dipromosikan. Kesiapan sebenarnya siap, tetapi bagaimana kita menjualnya," ujarnya.
Astawa berpandangan selama ini wisatawan mancanegara sudah biasa melihat tempat yang indah-indah dan bersih. Tetapi yang belum mereka dapatkan itu mengenai yoga dan meditasi, yang didukung kearifan lokal Usada (pengobatan tradisional) Bali dan juga spiritual Hindu masyarakat Bali.
Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster dengan visi "Nangun Sat Kerthi Loka Balinya" juga telah mempersiapkan program keberpihakan terkait Usada Bali. Seperti menyiapkan tempat pengolahan tanaman obat pascapanen di daerah Baturiti Kabupaten Tabanan, Rendang di Kabupaten Karangasem dan Pengotan, Kabupaten Bangli.
"Sudah saatnya kita harus mengutamakan wisatawan berkualitas yakni yang 'length of stay-nya' tinggi, 'spend of money' juga banyak, yang biasanya wisatawan ini berasal dari Amerika dan Eropa," kata Astawa.
Untuk mencari dan melayani wisatawan berkualitas, Astawa mengingatkan agar dibarengi pula dengan SDM pengelola pariwisata yang berkualitas serta destinasi yang berkualitas.