Lanjutnya, persiapan yang dilakukan setelah ditunjuk menjadi Duta Kabupaten Badung dalam pergelaran Revitalisasi Kesenian Klasik adalah kurang lebih 3 bulan dengan melibatkan penabuh 27 orang dan pemain 10 orang.
Dia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, karena sebagai seniman, pihaknya terus diberikan ruang dan wadah berkesenian di Taman Budaya. Apalagi, antusiasme masyarakat Bali untuk menyaksikan pementasan sangat luar biasa sehingga menjadi semangat bagi para seniman.
“Kami apresiasi sekali. Semoga ke depannya sinergi antara seniman dan pemerintah tetap bisa terjaga,” ucapnya.
Agus Cupak berharap, dalam PKB berikutnya pemerintah bisa lebih memperhatikan tempat rias yang disediakan di Taman Budaya, agar lebih representatif.
“Ruang rias yang kami gunakan sekarang itu terasa terlalu kecil, kurang memadai. Mungkin ke depannya bisa diperbaiki, bagaimana biar seniman juga nyaman melakukan kegiatannya dan keadaan juga bisa nyaman. Saya juga berharap, di dalam Pesta Kesenian Bali ini selalu menampilkan kesenian-kesenian klasik tradisi, supaya tidak serta-merta nanti dilupakan oleh masyarakat, yang mana arus globalisasi begitu kencang menerpa kita,” tuturnya.