Menurut Natih, kremasi massal itu bertujuan untuk mengurangi banyaknya jenazah di ruang forensik, sehingga kapasitas layanan penyimpanan jenazah di RS Sanglah bisa ditingkatkan.
Biaya yang harus dikeluarkan untuk pengurusan jenazah ternyata cukup besar, yakni Rp2,6 miliar. "Mulai dari perawatan, pemulasaraan hingga kremasi," ujarnya.
Sebelum dikremasi, 25 jenasah itu sudah mendapatkan surat pembebasan dari kepolisian, yang berarti jenazah tidak lagi digunakan untuk kepentingan penyelidikan.