Saat peristiwa terjadi, pihak keluarga juga tidak mengetahui sama sekali. "Kita tidak tahu masalah dan kronologinya seperti apa," ujar Suardana.
Dia meminta sanggar tari bisa memberikan pelajaran yang sesuai dengan kompetensi dan lebih memikirkan keselamatan. Karena banyak anak yang sebaya dengan cucunya belajar tarian seperti itu.
Dia juga mengimbau orangtua lebih memperhatikan anaknya. "Kami mohon dimanapun berikanlah edukasi bagaimana ini dijadikan pelajaran yang bermakna. Sehingga tidak ada lagi anak lain yg menjadi korban sia-sia," katanya.
Diketahui, Gede tewas setelah tertusuk keris saat mementaskan tari rangda dalam rangkaian upacara Napak Pertiwi di sebuah sanggar di Banjar Blong Gede, Jalan Sutomo No 44 Denpasr, Rabu (3/4/2021) malam. Korban sempat dirawat di RS Wangaya namun akhirnya tidak tertolong.