Sementara itu Direktur Perumda Pasar Sewakadharma Ida Bagus Kompyang Wiranata yang membawahi 16 pasar tradisional mengatakan, pasar kembali dibuka karena pemerintah Bali telah memberi kelonggaran bari sektor usaha non-esensial.
"Kami izinkan dengan jam tutup untuk semua pasar maksimal pukul 21.00 Wita," ujar Kompyang dikonfirmasi.
Menurutnya, penutupan aktivitas usaha selama PPKM darurat lalu juga menurunkan pendapatan pasar yang membawahi 16 pasar dengan jumlah total 1.684 pedagang. Sebab tak ada pemasukan biaya operasional dari pemilik toko.
"Karena kami bebaskan biaya operasional, kerugian mencapai Rp300 juta," tuturnya.