Saat itu Arya menawarkan diri untuk berdialog dengan perwakilan massa. Namun permintaan itu ditolak karena massa meminta Arya menemui mereka secara langsung.
Selanjutnya Arya bersedia keluar kantor DPD dan berinisiatif menemui massa. Namun saat dia keluar terjadi aksi dorong-dorongan hingga beberapa orang melepaskan pukulan yang mengenai kepala Arya.
Informasi di lapangan menyebutkan massa tersebut berasal dari Perguruan Sandhi Murti, dan beberapa organisasi lainnya. Mereka mendatangi kantor DPD Bali untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap pernyataan Arya yang dianggap menghinga umat Hindu.