Namun, sejak pandemi melanda Bali, dan pemerintah menerapkan PPKM hingga melarang kegiatan usaha pariwisata beroperasi, suasana berbeda tampak di Tanjung Benoa.
Ratusan boat berbagai jenis seperti hanya terparkir di sepanjang pantai. Begitu juga dengan wahana air yang dibiarkan berada di tepi pantai.
Di sisi lain, pengusaha tetap harus mengeluarkan biaya hingga puluhan juta untuk merawat wahana seperti boat, jetski dan berbagai sarana permainan air.
Sementara itu, karena tak ada pemasukan, pengusaha pun harus melakukan PHK kepada para pekerja.
"Sudah hampir dua tahun ini, sejak pandemi ditambah lagi PPKM sudah tidak bisa beroperasi lagi," ujar Anak Agung Gede Rai, salah satu operator wahana air di Tanjung Benoa.