Saat itu, Bupati Giri Prasta juga menyebut telah mengarahkan anggota ST se-Badung untuk tidak menggunakan styrofoam dan plastik dalam membuat ogoh-ogoh. Selain itu, harus murni menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan.
"Kita mendorong Sekaa Teruna agar konsisten menggunakan dan memanfaatkan bahan-bahan alami sebagai media membuat ogoh-ogoh,” katanya.
Di samping itu, dia juga mensyaratkan ST yang telah diterima dana kreativitas dari Pemkab Badung agar menggunakan bantuan tersebut untuk membuat ogoh-ogoh sendiri, bukan dengan jalan membeli.
"Untuk mengantisipasi adanya Sekaa Teruna membeli ogoh-ogoh, kita memiliki Sabha Yowana yang merupakan pengurus Kabupaten Badung yang ada sampai tingkat Kecamatan dan Desa, mereka akan melakukan kontrol ke lapangan," tututnya.
Bupati Giri Prasta juga meminta kepada prajuru adat dan banjar untuk ikut mengantisipasi hal ini sehingga betul-betul apa yang dibuat merupakan hasil karyanya sendiri.