Bermula dari coba-coba agar perekonomian tetap berjalan, siapa sangka hanya dalam sepekan, omzetnya kini mencapai jutaan rupiah. Hasil penjualan sambal, selain menggaji pegawai, juga untuk membayar operasional hotel yang tetap berjalan, seperti listrik dan air.
Kata Yogi, sambal yang dijual juga dapat menjadi bumbu dasar untuk mengolah berbagai masakan, seperti nasi goreng, cumi-cumi, atau memasak sayur kangkung.
Harapannya, ke depan jika situasi kembali normal, bisnis berjualan sambal akan tetap dijalankan sebagai bisnis sampingan.