Sebab, kata Koster, semakin lama pariwisata dibuka, maka keadaan perekonomian Bali akan semakin sulit yang menyebabkan dunia kepariwisataan dan pelaku usaha di Bali makin terpuruk
"Kami sangat berharap agar tahapan ketiga atau pembukaan pariwisata untuk wisman bisa dijalankan," ujarnya.
Koster menambahkan, sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Bali memberanikan diri untuk membuka kembali sektor pariwisata secara bertahap, selektif dan terbatas.
Hal tersebut dilakukan dengan semua pihak berkomitmen untuk menerapkan protokol tatanan kehidupan era baru dengan sebaik-baiknya, sehingga pembukaan pariwisata tidak malah menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19.
"Meskipun aktivitas pariwisata berjalan, tetap Covid-19 bisa ditangani dengan baik. Inilah harapan kita agar jangan sampai pariwisata dibuka tetapi muncul kasus baru," kata Koster.