Sebagai informasi, Belva diangkat sebagai stafsus Presiden Jokowi bersama enam anak muda lainnya pada November 2019. Kehadiran enam anak muda ini di sekitar Jokowi kerap disebut sebagai stafsus milenial.
Nama Belva menjadi kontroversi setelah pemerintah mengucurkan bantuan sosial untuk masyarakat lapisan bawah berupa Kartu Prakerja. Penggunaan Kartu Prakerja ini salah satunya melalui pelatihan melalui startup Ruangguru.
Sorotan terhadap Belva makin tajam. Sejumlah kalangan mengganggap ada konflik kepentingan di balik Kartu Prakerja itu. Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudhistira Adhinegara, misalnya, tidak hanya mengkritik melainkan menantang Belva untuk debat terbuka.