Menurutnya, kasus covid-19 di Pemkab Jembrana tidak saja menyerang satu organisasi perangkat daerah (OPD) saja, namun sudah ditemukan di tujuh OPD berbeda.
Penularan Covid-19 di lingkungan Pemkab Jembrana ditemukan pada Dinas Perindagkop satu orang, Dinas pekerjaan umum satu orang, BPKAD enam orang, Dinas pendidikan satu orang, Kantor kepagawaian satu orang, Dinas kesehatan dua orang, dan Inspektorat satu orang.
Dia mengatakan, meski banyak ditemukan kasus terkonfirmasi positif di lingkungan Pemkab Jembrana, namun tidak dilakukan penutupan secara total. Penutupan hanya dilakukan pada bidang yang ditemukan kasus positif covid-19 saja.
"Terkait beberapa pegawai di lingkungan Pemkab Jembrana itu, tindakan kita tidak perlu lockdown tapi ditutup di dinas masing-masing yang ditemukan kasus," ujarnya.