Munas Alim Ulama PKB Hasilkan 5 Rekomendasi Dakwah ala Walisongo

Koran SINDO
Alex Aji Saputra
Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj (enam kiri) dan sejumlah kiai NU lainnya menghadiri Munas Alim Ulama Muktamar V PKB di Nusa Dua, Bali. (Foto: KORAN SINDO/Alex Aji Saputra)

Dalam rekomendasi ketiganya, Munas Alim Ulama menyatakan dakwah Islam yang menciptakan sektarianisme, ekstremisme, rasisme, diskriminasi, dan memaksakan kehendak dengan cara apa pun bukanlah dakwah karena bertentangan dengan ajaran Alquran.

“Menurut Munas Alim Ulama, model dakwah seperti itu bisa merusak harmoni bangsa Indonesia. Sikap itu harus diluruskan bersama-sama sebagai wujud amar makruf nahi munkar dengan cara yang benar, santun, dan bijak," papar dia.

Selain itu, dalam rekomendasinya Munas Alim Ulama meminta PKB mendorong dialog di antara berbagai kelompok keagamaan agar dapat mengenali aspirasi dan harapan umat beragama yang beragam dengan langkah solusinya.

Sebagai partai dakwah, lanjut Saifullah, PKB harus dorong secara nyata ukhuwah Islamiyah di antara institusi keislaman yang ada secara berimbang dan selaras dengan ukhuwah wathaniyah dan ukhuwah insaniyah.

Kelima, Munas Alim Ulama memandang negara perlu memberikan afirmasi agar model dakwah Walisongo bisa eksis, baik, dan efektif diakses publik di era digital saat ini. “Pemerintah dan pihak yang punya otoritas dalam bidang teknologi digital agar dapat memberikan fasilitas untuk kegiatan dakwah yang di-publish di TV, medsos, sehingga hak masyarakat untuk mempelajari agama dengan benar dapat terjamin dan terjaga,” katanya.

Wakil Ketua Panitia Muktamar, Jazilul Fawaid mengatakan, dakwah yg dilakukan NU maupun PKB di level grassroot sudah sangat kuat. “Tapi yang di perkotaan, perkantoran, dan komunitas kelas menengah belum. Ini perlu digarap termasuk medsos,” katanya.

Selama ini, kata dia, PKB sudah turut melakukan dakwah melalui Nusantara Mengaji, pecinta salawat Nusantara, dan lainnya. Langkah ini akan diintesifkan, termasuk digencarkan lewat berbagai saluran media sosial, sepert Youtube, Facebook dan lain-lainnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pria di Buleleng Oplos LPG Subsidi ke Tabung 12 Kg, Sehari Dapat Rp1 Juta Kini Dipenjara

57 tahun lalu

Warga Gianyar Geger, Pemandu Tamu Ditemukan Tewas dalam Mobil

57 tahun lalu

2 Kapal Kandas di Pelabuhan Gilimanuk, Sopir Truk Terjebak Antrean Berjam-jam

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Kuta Selatan Bali

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan, Cek Kekuatan Magnitudonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal