Gunarta menambahkan, tak ada asumsi bahwa petugas medis yang menangani pasien Covid-19 lalu terpapar virus. Sebab dari segi perlindungan, para tenaga medis itu telah dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai protokol kesehatan. Kendati demikian, saat selesai menjalankan tugas mungki ada yang tidak menjalankan protokol kesehatan dengan tepat.
"Misal pada saat melepas APD, apakah sudah sesuai urutan? Mungkin karena capek, masker duluan yang dilepas," katanya memberi contoh.
Menurut Gunarta, dari klaster tempat karantina ini ada 12 orang tenaga medis yang dipastikan positif terjangkit Covid-19. Mereka terdiri atas dokter, perawat, dan sopir ambulans.
Mengantisipasi penyebaran meluas, tempat karantina tersebut telah disterilisasi. Kemudian setiap tenaga medis yang kontak dengan pasien positif, meskipun telah memakai APD tetap wajib menjalankan tes swab esok harinya.
"Sambil nunggu swab kita karantina," tuturnya.