Suartini menuturkan, langkanya pasokan MinyaKita membuat para pedagang rela membeli dengan harga mahal ketika ada agen yang mendatangkan pasokan.
Konsekuensinya, mereka harus menjual ke konsumen dengan harga yang lebih tinggi.
"Sebenarnya Rp14.000, tapi jualnya Rp15.000. Kemarin bisa jual Rp17.000," ujarnya.