Mengenal Tradisi Makepung, Balapan Kerbau Petani Jembrana Rayakan Hasil Panen

Reza Yunanto
Tradisi Makepung di Jembrana, Bali adalah balapan kerbau yang biasanya dilakukan para petani usai panen. (Foto: Instagram @gathoe18)

JAKARTA, iNews.id - Tradisi Makepung adalah balapan kerbau yang dilakukan masyarakat Bali khususnya petani. Tradisi ini telah berlangsung turun-temurun di Kabupaten Jembrana.

Sepintas Makepung ini mirip dengan Karapan Sapi di Madura. Namun perbedaan keduanya terdapat pada hewan yang digunakan balapan. 

Karapan di Madura menggunakan hewan sapi, sementara Makepung menggunakan kerbau. Hewan kerbau dipilih untuk menghormati ajaran agama Hindu yang meyakini sapi sebagai kendaraan Dewa Batara Guru sehingga harus dihormati dan dianggap suci.

Sejarah Makepung

Makepung berasal dari bahasa Bali yang artinya balapan, pacuan, atau cepat-cepatan mengejar sampai penaripan.

Makepung muncul pertama kali pada 1930 di Kabupaten Jembrana. Pada awalnya Makepung dimainkan oleh para petani di Jembrana sebagai sarana hiburan dan mengisi waktu senggang saat membajak sawah atau memanen padi. 

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
2 hari lalu

Miris! SD di Gianyar Bali Ini Tak Dapat Satu Pun Murid Baru

3 hari lalu

Kabur ke Perbukitan, WNA Inggris Curi Tas Turis Prancis Ditangkap di Nusa Penida

3 hari lalu

Paus Terdampar di Pantai Perancak Jembrana, Warga Berjibaku Evakuasi Dorong ke Laut

8 hari lalu

Epilepsi Kambuh saat Naik Motor, Pria di Gianyar Tewas Kecelakaan Jatuh ke Sungai

10 hari lalu

Viral Petani di Tuban Terbang Pakai Drone Raksasa, Angkut Pupuk Lewati Tambak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal