Karena hubungan asmara itu, Dita dan kedua anaknya tinggal satu atap di rumah Sulendra di Jalan Jalan Walet, Desa Dajan Peken, Tabanan.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup, Dita bekerja sebagai sales produk kosmetik. "Saat kejadian, tersangka sedang mengantar barang dagangannya ke Ubud," ujar Yoga.
Kepada polisi, Dita mengaku merantai kedua anaknya bukan untuk menyakiti, tapi hanya memberikan efek jera. "Ngakunya sudah tidak tahu harus berbuat apalagi agar anaknya tidak nakal, sehingga terjadi peristiwa itu," kata Yoga.
Diberitakan sebelumnya, DH dan DS ditemukan warga dalam kondisi diikat leher dan kakinya, Sabtu (22/10/2022) malam.
Awalnya, warga yang melintas mendengar suara tangisan anak kecil dari dalam rumah. Kecurigaan muncul karena lampu rumah dalam kondisi padam.