Dia menjelaskan, kebutuhan oksigen di RSD Mangusada untuk satu hari dibutuhkan 2 ton oksigen liquid (cair) dan 228 tabung gas oksigen. Namun pasokan yang diperoleh RSD Mangusada di bawah kebutuhan yang ada.
"Yang dikasih Samator rata-rata 50 tabung dan liquid dari Jawa hanya 1,3 ton yang datang dua hari sekali, sehingga terjadi ketidakseimbangan penggunaan dan pasokan oksigen," ujarnya.
Di sisi lain, pasokan oksigen medis dari distributor lokal juga tak memadai. Distributor di Kelurahan Kapal, Mengwi hanya mampu menghasilkan 700 tabung oksigen per hari yang didistribusikan ke seluruh rumah sakit di Badung.
Dalam keadaan darurat, RSD Mangusada terpaksa meminjam oksigen medis dari RSUP Sanglah. Hal itu dilakukan karena rumah sakit pusat di Bali itu mendapat back-up oksigen dari Kementerian Kesehatan.
Menghadapi krisis oksigen ini, RSD Mangusada harus melakukan efisiensi penggunaan oksigen. Penggunaan dilakukan selektif hanya bagi pasien keadaan darurat (emergency).