Untuk membuat bumbu lebih meresap, setelah dihaluskan campurkan ke ayam yang telah dipotong, lalu diamkan semalaman di dalam kulkas. Pagi harinya, Gung Arri menambahkan air ke potongan ayam, lalu dimasak sampai matang.
Dalam sebulan bisnis ini berjalan, telah membuahkan hasil. “Biasanya menu ini dibuat hanya saat ada pesanan atau sebelumnya membuat daftar pesanan (pre order),” kata ibu dua anak ini.
Mengenai cara promosi, dia melakukannya secara online melalui media sosial. Mulai dari keluarga dekat, kerabat, teman, sampai akhirnya ada yang sudah menjadi langganan.
Penggunaan nama Paon Mami ini saran dari istri Wali Kota Denpasar, Ida Ayu Selly Fajarini Mantra. “Yang memberi masukan makanan ini supaya terlihat lebih ‘wah’ istri Wali Kota, Ibu Selly yang sekarang juga telah menjadi konsumen di Paon Mami,” katanya.
Dalam sebulan perkembangannya pun cukup pesat, karena per hari mampu menembus penjualan sampai 50 boks. Harga per boksnya dijual sangat terjangkau Rp30.000 dengan berat rata-rata kurang lebih 250 gram.
Sementara untuk paket lengkap dengan nasi per boksnya dijual Rp15.000 saja. Selain ayam suna cekuh, ada olahan ayam lain yang juga patut dicoba, ayam suwir sere lemo atau olahan ayam dengan bumbu terasi dan jeruk limo.
Jadi bagaimana, Anda tertarik untuk mengolah makanan ini bersama keluarga?