"Mestinya juga disertai objek terang seperti bola api yg meluncur," ujarnya.
Di sisi lain, alat sensor seismik milik Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat anomali gelombang seismik sekitar pukul 10.27 WITA. Tetapi BMKG memastikan bahwa ledakan tersebut bukan karena aktivitas gempa tektonik.
"Kami meyakini bahwa fenomena ini bukan aktivitas gempa tektonik karena dua sensor seismik lainnya yang lokasinya relatif dekat tidak mencatatnya," kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, lewat akun Twitter miliknya.