"Bahasa yang dipakai biasanya agama dan politik sehingga bisa merubah orang menjadi radikal," ujar perempuan bernama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh ini.
Yenny mengatakan, kehadirannya dalam peringatan tragedi kemanusiaan ini bertujuan menguatkan kembali komitmen semua orang yang hadir untuk memerangi terorisme.
Yenny lalu mengutip ajaran Gus Dur tentang Tuhan tidak perlu dibela.
"Yang perlu dibela adalah makhluknya yang dianiaya oleh satu sama lain. Tragedi bom Bali menggambarkan itu," ujarnya.