DENPASAR, iNews.id - Seorang dosen asal Nusa Tenggara Timur (NTT), Ferdinandus Bele Sole (37) mencabuli bocah laki-laki inisial SK (13) di toiletBandara Ngurah Rai Bali. Korban mengalami trauma dan ketakutan usai peristiwa itu.
"Kondisi psikologis dan mental sangat terganggu, di mana pada saat melapor masih dalam kondisi ketakutan dan trauma," kata Kasubdit IV Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Bali, AKBP Ni Luh Kompiang Srinadi, Selasa (10/1/2023).
Menurut Srinadi, Polda Bali telah meminta pendampingan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangerang, Banten untuk mendampingi korban selama pemeriksaan.
Pendampingan itu dilakukan untuk memulihkan mental dan psikologis korban.
Srinadi menambahkan, penyidik Unit PPA Ditreskrimum Polda Bali telah melakukan visum terhadap korban. Selain itu pakaian korban saat terjadi pencabulan telah diamankan untuk pemeriksaan di laboratorium forensik.
Menurut Srinadi, penanganan kasus ini membuat perjalanan korban dan keluarganya untuk kembali ke Jakarta menjadi tertunda. Mereka berada di Bali untuk menyelesaikan prosedur hukum yang dibutuhkan hingga menetapkan pelaku sebagai tersangka.