Yurianto menegaskan, pemerintah Indonesia tidak sembarang mengambil spesimen pada orang-orang yang tidak memiliki gejala ataupun tidak memiliki riwayat perjalanan ke daerah berpotensi penularan.
Menurut Yurianto, hal itu dilakukan sesuai dengan protokol yang disyaratkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam penanganan penyakit baru.
Sebanyak 112 sampel itu diambil dari 41 rumah sakit di 21 provinsi yang ada di Indonesia. Paling banyak spesimen yang diambil berasal dari DKI Jakarta, yaitu 29 sampel, Bali 16 sampel, Jawa Tengah 10 sampel, Kepulauan Riau 10 sampel, Jawa Barat 8 sampel, Jawa Timur 10 sampel, Banten 5 sampel, Sulawesi Utara 6 sampel, Yogyakarta 3 sampel, Kalimantan Timur 3 sampel, Sulawesi Selatan 2 sampel.
Selanjutnya masing-masing 1 sampel dari Jambi, Papua Barat, NTB, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara, Maluku, Sumatera Barat, dan Bangka Belitung.
Berdasarkan data resmi WHO per tanggal 18 Februari 2020 jumlah orang yang terinfeksi sebanyak 73.332 kasus di 26 negara secara global. Total kematian yang terjadi di China sebanyak 1870 orang dan tiga orang di luar China.