Suwirta mengatakan, tak ingin para petani garam ini berhenti bekerja. Dia mengatakan akan memberi dukungan dana kepada para petani untuk memperbaiki lahan dan tempat penggaraman yang rusak diterjang gelomabang air laut.
"Tetap semangat kejadian ini tidak bisa kita duga, semoga situasi mulai normal dan bisa bekerja menghasilkan gar untuk dijadikan garam beryodium," ujarnya.
Kendati demikian, dia mengingatkan kepada warga di pesisir pantai untuk waspada. Mengingat kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksi, gelombang pasang air laut masih mungkin terjadi.
Suwirta menambahkan, selanjutnya Pemerintah Kabupaten Klungkung akan berkordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk penanggulan pengaman pantai di sepanjang lahan proses pembuatan garam.