"Saya meminta kepada pemerintah untuk memikirkan jalan keluar atau solusi bagi ternak warga yang sudah mati. Bisa dilakukan dengan penggantian. Ini kasus wabah, sehingga bisa meringankan beban mereka bagi peternak tersebut," ucapnya.
Sebelumnya, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pemprov Bali menyatakan kasus ribuan babi mati mendadak sejak beberapa bulan terakhir diakibatkan oleh virus ASF.
Penyebaran wabah penyakit ini karena kontak langsung dengan babi liar atau babi lain yang terinfeksi. Konsumsi pakan yang terkontaminasi juga menjadi jalan penularan virus tersebut.