"Kami harap buku ini bisa juga menginspirasi generasi muda khususnya di Bali untuk lebih mencintai bahasa dan aksara Bali. Sehingga nantinya dapat melahirkan karya-karya berkelas dunia. Ini juga merupakan ungkapan keprihatinan dan kepedulian kami agar penggunaan bahasa Bali tidak luntur kedepannya," ujar Pascal.
Pascal menambahkan, peluncuran Raja Cenik juga dibarengi dengan pameran lukisan karya 8 pelukis yang menghadirkan lukisan terinspirasi dari cerita yang ada di dalam buku tersebut.
"Saya bersama tujuh seniman lain kali ini membuat berbagai karya yang terinspirasi dari kisah cerita yang ada pada buku Raja Cenik ini," ujar Pascal.
Di Indonesia, buku "Le Petit Prince" telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali. Menurut rencana, buku tersebut juga akan diterjemahkan ke bahasa Jawa dan Bahasa Sunda.