Banjir Bali, BMKG Ingatkan Fenomena Badai Seroja di NTT

Binti Mufarida
Personel Brimob Polda Bali dikerahkan untuk membantu evakuasi korban terdampak banjir dan longsor, Rabu (10/9/2025). (Foto: ist)

Dwikorita juga menyebut adanya pengaruh Bibit Siklon yang turut memperkuat hujan ekstrem. Fenomena ini, kata dia, sebelumnya diperkirakan hanya terjadi saat musim hujan, namun faktanya juga bisa muncul di musim kemarau maupun masa peralihan.

“Selain ada tadi pengaruh Bibit Siklon, dan fenomena-fenomena itu pun ternyata kalau waktu kita belajar awal tentang meteorologi itu, fenomena-fenomena itu saat itu diperkirakan yaitu kalau terjadinya musim hujan. Tapi ternyata saat musim kemarau pun, fenomena ekstrem itu pun terjadi,” papar Dwikorita.

“Jadi tampaknya ada tren kejadian-kejadian itu yang harusnya tidak terjadi di musim kemarau atau di peralihan jadi mulai fakta menunjukkan itu ternyata bisa terjadi. Kayak ada apa ya sesuatu anomali gitu ya kita sendiri para terutama para pakar sedang mengkaji,” katanya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

BMKG Ungkap Penyebab Banjir di Bali, Dipicu Rossby Ekuator dan Curah Hujan Ekstrem

57 tahun lalu

Kemensos Salurkan Bantuan Rp2 Miliar untuk Korban Banjir Bali

57 tahun lalu

Aceh hingga Papua Selatan Masuki Kemarau, BMKG Peringatkan Lebih Kering dan Panjang!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 4,8 Guncang Nias Utara, Warga Rasakan Getaran Kuat

57 tahun lalu

Gempa Dangkal M 4,6 Guncang Nias Selatan, Berpusat di Laut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal