DENPASAR, iNews.id - Pemerintah Provinsi Bali mewaspadai masuknya hewan dan produk-produk yang berpotensi membawa risiko virusflu babi. Mereka pun memantapkan koordinasi bersama pihak karantina dan sejumlah pihak terkait.
"Jadi masyarakat tidak perlu khawatir terkait flu babi ini. Pemerintah akan terus memantau dan berupaya agar penyakit ini jangan sampai terjadi di Bali," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali I Ketut Nata Kesuma, di Denpasar, Sabtu (10/7/2020).
Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, juga terus melakukan koordinasi dengan Balai Besar Veteriner (BBVET) Denpasar dalam kegiatan surveillance (pengawasan), untuk deteksi dini penyakit tersebut.
"Pengawasan sistematis terhadap virus flu babi adalah kunci sebagai peringatan kemungkinan munculnya pandemi influenza berikutnya. Kita akan siapkan rencana kontingensinya," ujar Nata Kesuma.
Populasi babi di Bali saat ini mencapai lebih dari 689.000 ekor. Jumlah populasi ini masih lebih rendah dibandingkan populasi pada 2016 yang mencapai 800.000 ekor lebih, yang merupakan terbanyak dalam empat tahun yakni dari 2015- 2019.