4. Bahasa Betawi
Bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia berikutnya yaitu bahasa Betawi. Bahasa Betawi dituturkan oleh sekitar 5 juta jiwa di Indonesia. Menurut Ethnologue, bahasa Betawi ramai digunakan di DKI Jakarta, Jawa Barat (Bekasi, Bogor, Depok dan Karawang). Sensus di tahun 2011 menyatakan terdapat sekitar 6,8 juta jiwa etnis Betawi di Nusantara.
Informasi tambahan yang terdapat dalam Jurnal Edukasi berjudul “Menelusuri Budaya dan Bahasa Melayu Betawi Dialek Bekasi: Dulu, Kini dan Prospek Sebagai Muatan Lokal” karya Andi Sopandi, penggunaan bahasa Betawi di Bekasi, Depok dan Tangerang merupakan bahasa Melayu Betawi yang memiliki unsur bahasa Sunda, Bali, Jawa, Arab dan Cina Selatan atau Hokkian. Bahasa dengan dialek ini awalnya digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah saat masa awal perkembangan Batavia.
5. Bahasa Bugis
Bahasa daerah dengan penutur terbanyak di Indonesia selanjutnya yaitu bahasa Bugis. Sesuai dengan namanya, bahasa ini kebanyakan digunakan oleh Suku Bugis. Bahasa Bugis paling banyak digunakan oleh masyarakat yang tinggal di daerah Sulawesi Selatan. Bahasa Bugis terdiri dari banyak dialek seperti dialek Pinrang, Bone, Soppeng, Wajo, Barru, Sinjai dan lain-lain. Jumlah penutur bahasa ini diperkirakan berjumlah 4,3 juta jiwa.
6. Bahasa Minangkabau
Bahasa Minang atau Minangkabau merupakan salah satu bahasa dari rumpun bahasa Melayu yang dituturkan oleh orang-orang di Minangkabau, Sumatra Barat. Bahasa ini juga dituturkan oleh masyarakat di bagian barat Riau dan Negeri Sembilan, Malaysia, dengan dialek yang disebut Baso Nogoghi. Bahasa Minangkabau juga menjadi bahasa lingua franca di kawasan pantai barat Sumatra Utara.
Bahkan, menjangkau hingga pesisir barat Aceh yang disebut sebagai Bahasa Jamee.
Bahasa Minangkabau dituturkan oleh sekitar 4,2 juta jiwa. Bahasa Minangkabau memiliki berbagai dialek yaitu bahasa Minangkabau Baku (dialek Padang), Mandahiling Kuti Anyie, Padang Panjang, Pariaman, Ludai, Sungai Batang, Kurai, Kuranji, Salimpaung Batusangkar, dan Rao-Rao Batusangkar.