"Kini kamu sudah dewasa, sekarang pergilah ke Desa Panji," kata Sri Bagening.
"Ayah kenapa aku harus pergi ke desa itu?" tanya Gede Pasekan.
"Karena di sanalah tempat lahir ibumu," ujar sang raja.
Raja mengatakan Gede Pasekan akan dibekali dua pusaka untuk menuju Desa Panji. "Aku berikan dua pusaka yatu keris Ki Baru Semang dan tombak Ki Tunjung Tutur," ujar raja.
Gede Pasekan lalu berangkat dan berjalan sendirian menuju Desa Panji. Dia berpakaian seperti orang kebanyakan selama perjalanan. Meski sendirian, dia merasa tak takut karena membawa dua pusaka kerajaan.
Berhari-hari dia terus berjalan tanpa rasa lelah. Namun, malam itu dia beristirahat di bawah pohon besar.
Saat itu, sepasang mata besar dan menyala mengawasinya saat tertidur. Gede Pasekan pun terbangun karena terkejut karena tiba-tiba saha sudah berada di pundak raksasa.
"Siapakah engkau? Kenapa engkau membawaku?" kata Gede Pasekan kepada raksasa.
Namun raksasa itu hanya diam dan terus berjalan ke tempat yang tinggi. Ternyata, raksasa itu membawa Gede Pasekan ke bukit. Mereka melihat gunung menjulang dan lautan luas di hadapan mereka.