"Saya sudah melakukan visum dan rontgen di Rumah Sakit Tentara Singaraja, dan kondisinya normal," ujarnya.
Tak hanya dirinya, tiga orang anggota TNI yang juga jadi korban pemukulan ikut menjalani visum.
"Selain saya, ada anggota juga yan kena pukul," tuturnya.
Insiden pemukulan itu terjadi saat kegiatan swab massal di Desa Sidatapa, Buleleng. Bermula dari dua pemuda yang melintas tanpa menggunakan masker. Saat diminta untuk mengikuti tes antigen, keduanya menolak.
Dandim Buleleng meminta keduanya ditahan untuk mengikuti tes antigen, namun tiba-tiba datang keluarga keduanya yang melakukan penyerangan hingga mengenai Dandim Buleleng.
Melihat Dandim terpukul, sejumlah anggota yang ada di lokasi balas melakukan pemukulan kepada pelaku.