JAKARTA, iNews.id - Kabupaten Buleleng, Bali tercatat sebagai daerah kabupaten/kota dengan kasus demam berdarah (DBD) tertinggi di Indonesia. Tiga daerah lain di Bali yakni Badung, Denpasar, dan Gianyar juga masuk dalam 10 besar daerah dengan kasus DBD tertinggi.
"Kalau di kabupaten kota ini tertinggi ada di Bali ya," kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik, Kementerian Kesehatan (Kemkes), Didik Budijanto dalam webinar di Jakarta, Selasa (15/9/2020).
Dia mengatakan, berdasarkan data Kemkes hingga September 2020, total kasus DBD se-Indonesia mencapai 84.734 kasus. Buleleng menempati posisi teratas dengan 2,677 kasus, disusul Bandung, Jawa Barat dengan 2.138 kasus, dan Badung dengan 2.138 kasus. Menurutnya ada beberapa faktor risiko yang menimbulkan DBD, di antaranya faktor virus dan keadaan lingkungan.
“Kalau kita lihat terjadinya DBD ini ada beberapa penyebab, yang pertama dari virus dengue-nya sendiri yaitu termasuk ke dalam arthropod borne virus, ini yang harus kita antisipasi. Kemudian juga dari nyamuk, jadi nyamuk dari genus virus yang berukuran cukup kecil 55 mm,” ucapnya.
Selain itu, ada dari sisi nyamuk jenis aedes aegypti yang membawa virus dengue. Serta dari faktor lingkungan yang mempengaruhi siklus hidup nyamuk aedes aegypti ini.