Menurut dia, pengembangan industri hilirisasi ini tidak hanya kelapa sawit, tetapi juga potensi sumber daya alam timah dan mineral ikutannya, pertanian, perkebunan dan perikanan.
"Kami siap mendorong dari segi infrastruktur, fasilitas dan lain-lain. Jadi, tidak ada alasan bagi perusahaan daerah untuk tidak mau mengembangkan hilirisasi tersebut," ucapnya.
Ia menambahkan untuk menunjang prospek pengembangan produk hilirisasi ini, Pemprov Babel telah mengeluarkan Perda tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi Bangka Belitung.
Tidak hanya itu, peraturan gubernur (pergub) juga telah dikeluarkan sebagai turunan dari peraturan menteri (permen), untuk menunjang ketersediaan bahan baku.
"Kita akan memberikan waktu beberapa bulan ke depan kepada setiap perusahaan sawit, untuk memberikan jawaban atas tawaran pemerintah menjalin kerja sama dalam pengembangan produk hilirisasi kelapa sawit ini," katanya.