Mereka yang terpapar kini menjalani isolasi di Wisma Karantina Provisi Kepulauan Bangka Belitung, Asrama Haji Babel, Rumah Isolasi/Karantina Bangka Tengah dan RSUD dr H Marsidi Judono Belitung.
Menurut Andi, terpaparnya 81 dalam sehari ini menjadi rekor yang tidak mengenakkan, sekaligus mengkhawatirkan.
"Sudah barang tentu menjadi keprihatinan kita semua, sekaligus juga menjadi catatan khusus yang kian mengafirmasi bahwa penyebaran dan penularan virus corona belum berakhir. Wabah ini ada di sekitar kita," ucapnya.
Beberapa klaster penyebaran, jelas Andi, yakni berasal dari klaster perkantoran, perkebunan, fasilitas kesehatan, keluarga dan klaster perumahan. Selain itu juga klaster pesantren, perkumpulan, kampung dan klaster panti asuhan dalam kasus terakhir.
"Hal tersebut harus menjadi perhatian kita untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Hal ini tak bisa dianggap sebagai persoalan sepele, apalagi diremehkan," katanya.