Untuk meminimalisir angka kematian babi, tenaga penyuluh terus memberikan edukasi pencegahan penyebaran virus ASF yang sampai sekarang belum tersedia vaksin pencegahannya.
"Selain memberikan edukasi pencegahan penyebaran virus, kami juga menyebarkan sarana publikasi singkat atau Leaflet untuk peternak babi serta melakukan pemetaan zona penyebaran ASF dengan cara menetapkan zona hijau, kuning dan zona merah," katanya.
Dia mengatakan, kendati angka kematian babi akibat virus ASF cukup tinggi, namun belum ada indikasi berbahaya bagi manusia.