"Hingga pukul 11.30 WIB, enam dari tujuh korban berhasil ditemukan. Satu korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan," ujar Aipda Suliting dikutip Jumat (6/2/2026).
Kondisi medan yang berat membuat petugas harus mengoperasikan tiga unit ekskavator. Alat berat tersebut digunakan untuk mengeruk material tanah yang menimbun korban kecelakaan tambang timah tersebut.
“Saat ini fokus kami menemukan satu korban yang tersisa dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan personel,” katanya.
Seluruh petugas dibekali peralatan SAR lengkap, mulai dari helm keselamatan hingga masker. Perlengkapan tersebut digunakan untuk mendukung keselamatan selama proses pencarian korban kecelakaan tambang Pemali.
Meski waktu telah memasuki siang hari, operasi pencarian tetap dilanjutkan. Tim SAR gabungan berharap korban terakhir dapat segera ditemukan dan dievakuasi dengan aman.