Sementara untuk asupan makanan, Anik hanya mengandalkan makanan cair melalui selang NGT yang terpasang dari hidung hingga ke lambung.
Selang ini pun harus diganti setiap tujuh hari. Penggantian selang itu pun dilakukan sendiri oleh sang ayah untuk mengurangi biaya medis.
"Sudah masuk 29 bulan. Kata dokter kondisinya koma aktif, badan mati tapi ada nyawa karena di bagian otaknya ada yang bolong. Sudah dilakukan operasi tambal daging, tapi hingga kini masih belum sadar," kata Untung, Rabu (6/7/2022).
Untung mengatakan saat ini dia tidak lagi bisa berkerja. Sedangkan untuk biaya berobat anaknya, BPJS hanya menanggung sebagian. Sementara sisanya berharap uluran tangan dari para dermawan.
"Kalau untuk biaya hanya berharap bantuan, karena uang sudah habis. Mau kerja tapi anak gak bisa ditinggal jauh-jauh. Pernah saya tinggal kerja jauh, tiba-tiba dapat telpon dari satpam katanya Anik kejang-kejang," ujarnya.