"Kasus meninggal dunia Covid-19 sebulan terakhir juga mengalami kenaikan atau bertambah sebanyak 58 orang (27,49 persen) dibandingkan kasus April tahun ini," ujarnya.
Menurut dia terjadinya penularan Covid-19 yang masif dan lonjakan kasus kematian akibat Covid-19 di sejumlah daerah ditengarai disebabkan oleh meningkatnya mobilitas dan kegiatan berkerumun masyarakat di tempat-tempat keramaian dan fasilitas publik.
Di samping itu, ketidakdisiplinan mereka yang dinyatakan positif Covid-19 untuk menjalani karantina mandiri di rumah/tempat tinggalnya serta ketidakpedulian masyarakat untuk turut serta melakukan pengawasan terhadap orang yang positif Covid-19, menambah panjang daftar orang yang terpapar dan tertular Covid-19 di Provinsi Kepulauan Babel.
"Aktivitas ekonomi, pendidikan, tak terkecuali aktivitas keagamaan dan rekreasi meningkat tanpa diiringi atau tidak mengindahkan penerapan protokol kesehatan," katanya.