Batu ini terbentuk dari hasil proses alam atas reaksi tabrakan meteor dengan lapisan bumi yang mengandung timah tinggi jutaan tahun lalu.
Serpihan batu meteor itu tersebar ke seluruh pelosok dunia seperti Australia, Cekoslovakia, Arab, dan Indonesia tepatnya di Pulau Belitung.
Saat jatuh di atas tanah Pulau Belitung, meteor ini bereaksi dengan kandungan timah yang sangat banyak yang terdapat di pulau itu sehingga membentuk batu hitam yang kemudian dinamakan Batu Satam.
Di Belitung sendiri batu satam ini dijadikan sebagai ikon dari ibu kota tersebut yaitu Tanjung Pandan.
Hal inilah yang kemudian menjadi asal muasal julukan Kota Belitung sebagai Kota Batu Satam.